Langsung ke konten utama

SEBENARNYA, MUNGKIN #1

 Sebenarnya mungkin, Semesta memiliki ruang dan waktu tak berujung, masa yang tak habis jika di ukur. Seluruh manusia regudugan berlomba mencari,meneliti, bahkan sampai mengkaji seluruh isi alam yang pada hakikatnya mungkin mereka hanyalah ingin mengetahui batasan batasan pengetahuannya.  Yang manusia alami saat ini adalah menganggap apa yang mereka tahu itu sebagai pengetahuan hakiki, pedahal semua itu hanya fatamorgana saja, semua semu, semua tak ada yang jelas, tak ada yang nyata, tak ada yang memang benar benar bisa diyakini sebagai pengetahuan yang sesungguhnya.

Sebenarnya mungkin, hampir seluruh umat manusia selalu meyakini apa yang mereka tahu sebagai pengetahuan sejati, padahal semua manusia hanya mengumpulkan informasi tentang ketidaktahuan yang mereka kumpulkan semakin banyak dan banyak hingga mereka meyakini sebagai pengetahuan.

Sebenarnya mungkin,manusia itu selamanya tak pernah mencapai puncak pengetahuan. Karena selama ini yang dicari adalah kumpulan ketidaktahuan, manusia hanya bermodalkan kalimat “yakin” untuk meyakini sesuatu sebagai pengetahuan.

Sebenarnya mungkin, pengetahuan itu tak pernah ada, karena manusia hanya mengumpulkan informasi yang ia yakini dan menjadikan apa yang mereka kumpulkan sebagai pengetahuan.

Sebenarnya mungkin, keyakinan pun tak ada karena manusia sedang berada di titik kebingungan dan dalam era bodoh sebodoh bodohnya sehingga daripada bingung dan bodoh mikirin kehidupan,maka setiap apa yang manusia lihat dikumpulkan lagi informasinya dan lagi lagi semua manusia tidak tahu apa yang mereka yakini sebagai keyakinan yang apa. Apakah keyakinan hakiki tentang keyakinan ? apakah keyakinan yang secara sejarah pengalaman saja yang mereka yakini? Apakah keyakinan yang sentak mereka yakini dalam dirinya sendiri berdasarkan apa yang mereka mengalami? Apakah yang mana?

Sebenarnya mungkin bisa jadi semua tulisan ini ngawur, karena aku menulis dalam keadaan sadar atau tidak akupun tak tahu.

Tapi akan dilanjutkan nanti “Sebenarnya mungkin II” yang membahas tentang ketidakjelasan manusia.

#Arizqi

1 Oktober 2020

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTARA

Dalam perjalanan ini mengantarkan diri untuk belajar mengerti, yaitu mengerti lalu memahami rasa berterima kasih dan bersyukur. Pada setiap langkahnya ada pelajaran untuk merangkai kisah menyusun makna, melewati bait demi bait takdir. Menyusuri ruang waktu, menjalani berusaha mendekap ketetapan demi menuju persembahan akan restu Kasih-Nya. Tidak cukup berjuta arti untuk memaknai yang sudah bahkaan mungkin yang belum terjadi. Seluruh kisah yang ada, baik suka dan duka, semuanya sedang berusaha saling meyusuri keterkaitan susunan makna yang mustahil diantara kita benar-benar bisa memahami apa kemurnian cakrawala cinta milik Nya. Prasastia, 18 Desember 2025

HARAP

Semakin bertambah usia, harapanku adalah ingin selalu berdamai untuk segala hal yang tidak bisa dinegosiasikan dengan siapapun selain Engkau.  Semoga diberikan keluasan rasa, untuk berusaha tetap berjalan, menjalani, menerima segala ketetapan yang sudah dikehendaki oleh Nya. 22 Juni 2025

RANGKAI

Mensyukuri hidup adalah seni.  Seni berdamai, seni menikmati, seni mendekap sepi, dan merangkul ramai.  Perjalanan hidup mengantarkan manusia pada suatu hal untuk merangkai pelajaran dan makna.  Hidup lengkap, melengkapi. Hidup kurang, mengurangi. Hidup jodoh, menjodohkan. Hidup adalah menerima segala apa yang terjadi, menjalani apa yang sudah berjalan. Merangkai yang harus dirangkai sampai menjadi serangkaian. Berbahagialah telah diberi kesempatan untuk hidup.