Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

BERDAMAI

Kita selalu saja menyalahkan waktu, menyalahkan masalah, menyalahkan hal hal yang tidak kita sukai, menyalahkan apapun yang tak sejalan dengan apa yang saat ini dijalani.  Padahal proses pendewasaan hidup konsepnya sudah jelas, bahwa guru terbaik dalam membina kehidupan kita adalah pengalaman sesuai apa yang kita temukan. Kesalahan yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan rekaman dalam kesaksian ruang dan waktu.  Tak sekalipun kita mencoba melihat mereka para kesalahan yang kita alami selalu berjasa mengubah kita agar terus belajar dan membangun kesadaran untuk menjadi manusia seutuhnya.  Apabila kita memiliki kesadaran itu.  #Arizqi 21 Desember 2020

TUAN MASALAH

Kita mungkin tak memiliki kesadaran bahwa otak kita adalah pemicu masalah, tuan dari masalah-masalah adalah diri kita sendiri. Kalau kita lebih titen niteni tentang hidup kita tak akan menjumpai masalah apabila otak dan diri kita tidak mempermasalahkan suatu.  #Arizqi 20 Desember 2020

PERSEMBAHAN CINTA

Kita selalu diberi banyak cerita oleh-Nya dalam ruang dan waktu.  Kita selalu diberi sejarah oleh-Nya untuk dikumpulkan dari perjalanan kisah-kisah.  Kita diberi kesempatan oleh-Nya.  Untuk harus selalu berjalan, karena waktu tak bisa dilawan.  Tuhan tak memberi banyak hal dalam kehidupan ini kecuali baik, benar, dan bijaksana dalam menghadapi.  Mungkin di alam ketenangan nanti tak ada hal yang lebih indah selain meninggalkan ukiran kenangan indah dalam sisa waktu yang di beri dan menemui hakikat cinta keabadian-Nya.  22:01.WIB #Arizqi, 10 Desember 2020

SAMUDERA NARASI

Harusnya kita ikut bersaksi bahwa semesta menyaksikan kisah kita, harusnya kita malu dan menyadari, betapa kerdilnya dan bodohnya kita, sampai-sampai di tuntunya jiwa kita yang di didik sekaligus dewasakan oleh kesadaran dalam samudera narasi Tuhan seiring bertambahnya waktu.  #Arizqi, 10 Desember 2020

PENYESALAN WUJUD CINTA

Ada banyak hal mengapa kita tak pernah diperbolehkan berharap kepada manusia.  Salah satunya, manusia adalah sumber dari segala unsur kesalahan dan  penyesalan.  Untuk yang sudah terlanjur melanggar menempuh jalan itu, Memang tak pernah ada toleran dalam ambisi kebencian.  Namun jalan terbaik untuk memaafkan, adalah kembali mencintai kesalahan dan penyesalan.  Itu tanda dewasa dan maaf yang sejati Mungkin...  Ariziqi, 5 Desember 2020