Langsung ke konten utama

ANIVERSARY COVID-19 1Th

Begitu rumitnya kami menghadapimu, sampai-sampai mungkin seluruh umat manusia salah faham akan kehadiranmu. Semua membencimu karena kau ditakdirkan lahir sebagai penyakit oleh Tuhan dan sulit memang diterima manusia. Semua menginginkan engkau segera lenyap, padahal itu hak sang pencipta alam dalam menciptakan dinamika kehidupan. Oh dasar manusia itu kenapa lagi-lagi kurangajar, selalu saja tak terima dengan alur cerita yang Tuhan buat. 

Aku sedang ber angan, jikalau saja Covid-19 ini tercipta menjadi sebuah keindahan, apapun itu, pasti seluruh umat manusia memujinya, sampai lupa memuji Tuhan. 

Begini saja, mungkin bagaimana kalau kita terima saja. Covid-19 ini kita biarkan ia di bumi ini, satu tahun ini belum apa-apa. Anggap saja ia tamu yang memang harus kita jamu dan kita sambut dengan ramah. Meskipun ada duka di awal, ya anggap saja itu sebagai persiapan dan bekal kita dalam kedatangan tamu agung dari bagian ketentuan Tuhan ini. 
Tak usah mencemoh tamu agung ini dengan kebencian. Bisa jadi selama kita kutuk Covid-19 sama saja dengan mengutuk Tuhan. 
Ya ampun.. 

Sudahlah, banyak keindahan dari semua ini. Yang kita perlukan adalah memperbaiki perilaku kita, agar selalu lebih bersyukur dalam hal sekacau apapun. Yakinlah bahwa Tuhan tak akan tega bila melihat para Hambanya hidup terus dalam penderitaan. 

Arizqi, 5 Februari 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTARA

Dalam perjalanan ini mengantarkan diri untuk belajar mengerti, yaitu mengerti lalu memahami rasa berterima kasih dan bersyukur. Pada setiap langkahnya ada pelajaran untuk merangkai kisah menyusun makna, melewati bait demi bait takdir. Menyusuri ruang waktu, menjalani berusaha mendekap ketetapan demi menuju persembahan akan restu Kasih-Nya. Tidak cukup berjuta arti untuk memaknai yang sudah bahkaan mungkin yang belum terjadi. Seluruh kisah yang ada, baik suka dan duka, semuanya sedang berusaha saling meyusuri keterkaitan susunan makna yang mustahil diantara kita benar-benar bisa memahami apa kemurnian cakrawala cinta milik Nya. Prasastia, 18 Desember 2025

HARAP

Semakin bertambah usia, harapanku adalah ingin selalu berdamai untuk segala hal yang tidak bisa dinegosiasikan dengan siapapun selain Engkau.  Semoga diberikan keluasan rasa, untuk berusaha tetap berjalan, menjalani, menerima segala ketetapan yang sudah dikehendaki oleh Nya. 22 Juni 2025

RANGKAI

Mensyukuri hidup adalah seni.  Seni berdamai, seni menikmati, seni mendekap sepi, dan merangkul ramai.  Perjalanan hidup mengantarkan manusia pada suatu hal untuk merangkai pelajaran dan makna.  Hidup lengkap, melengkapi. Hidup kurang, mengurangi. Hidup jodoh, menjodohkan. Hidup adalah menerima segala apa yang terjadi, menjalani apa yang sudah berjalan. Merangkai yang harus dirangkai sampai menjadi serangkaian. Berbahagialah telah diberi kesempatan untuk hidup.