Langsung ke konten utama

PAIDO SOSIAL

Kembali, ini semua karena ulah kita.. 
Tak usah menyalahkan zaman, apalagi mempersoalkan takdir Tuhan. 
Tak usah pula maido teknologi, 
Paido saja cara kita dalam menyikapii.. 

Hidup itu realistis saja, media sosial bukan tempat yang tepat untuk mengukur segi kualitas baik buruk manusia. Namanya saja dunia maya.
Maya kualitas, maya nyali, maya mental, dan banyak hal yang maya tak bisa ter ukur.. 
Intinya tidak mungkin ada manusia yang terima dan ingin dipandang buruk atau rendah oleh orang lain, jadi yang tepat mungkin mempelajari management konflik sosial media sebagai sarana untuk belajar agar lebih menjadi manusia yang memanusiakan.
Arif bijaksana.. 

Semoga Tuhan tak tega melihat kita ini, Semoga Ia tetap memberi kasih sayang kepada kita semua.. 

02:10am
16 Februari 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTARA

Dalam perjalanan ini mengantarkan diri untuk belajar mengerti, yaitu mengerti lalu memahami rasa berterima kasih dan bersyukur. Pada setiap langkahnya ada pelajaran untuk merangkai kisah menyusun makna, melewati bait demi bait takdir. Menyusuri ruang waktu, menjalani berusaha mendekap ketetapan demi menuju persembahan akan restu Kasih-Nya. Tidak cukup berjuta arti untuk memaknai yang sudah bahkaan mungkin yang belum terjadi. Seluruh kisah yang ada, baik suka dan duka, semuanya sedang berusaha saling meyusuri keterkaitan susunan makna yang mustahil diantara kita benar-benar bisa memahami apa kemurnian cakrawala cinta milik Nya. Prasastia, 18 Desember 2025

HARAP

Semakin bertambah usia, harapanku adalah ingin selalu berdamai untuk segala hal yang tidak bisa dinegosiasikan dengan siapapun selain Engkau.  Semoga diberikan keluasan rasa, untuk berusaha tetap berjalan, menjalani, menerima segala ketetapan yang sudah dikehendaki oleh Nya. 22 Juni 2025

RANGKAI

Mensyukuri hidup adalah seni.  Seni berdamai, seni menikmati, seni mendekap sepi, dan merangkul ramai.  Perjalanan hidup mengantarkan manusia pada suatu hal untuk merangkai pelajaran dan makna.  Hidup lengkap, melengkapi. Hidup kurang, mengurangi. Hidup jodoh, menjodohkan. Hidup adalah menerima segala apa yang terjadi, menjalani apa yang sudah berjalan. Merangkai yang harus dirangkai sampai menjadi serangkaian. Berbahagialah telah diberi kesempatan untuk hidup.