Kita dibuat bingung oleh kedangkalan dan kesempitan berfikir diri sendiri dalam menilai kehidupan. Kita sering menghakimi kehidupan, sehingga dibutakan sampai lupa apa yang kita lihat mana yang ngga paradoks di dunia ini. Sedikit contoh aja dibawah. Mudik tidak diperbolehkan. Apes bagi supir dan penumpang yang tertangkap, tetapi prestasi rezeki bagi polisi yang menangkap. Mobil/Motor Rusak. Apes bagi penggunanya, tetapi rezeki bagi bengkel. Penangkapan Koruptor. Apes bagi yang korupsi, namun rezeki bagi yang menuntut. Orang sakit. Apes untuk si penderita, rezeki bagi perawat/dokter. Hama tanaman/peternakan. Rugi bagi penanam/peternak, namun rezeki bagi hewan-hewan hama itu. Terkadang memang kita harus belajar meluaskan sudut pandang dalam menilai kehidupan, semua tergantung dimana posisi kita berada. Budaya manusia saat ini adalah membela yang menurut dirinya benar dan akan menghabisi orang atau kelompok lain yang menurut dirinya salah. Tapi tidak mas...
Hanya Tulisan Biasa.