Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

NILAI MENILAI

Kita dibuat bingung oleh kedangkalan dan kesempitan berfikir diri sendiri dalam menilai kehidupan. Kita sering menghakimi kehidupan, sehingga dibutakan sampai lupa apa yang kita lihat mana yang ngga paradoks di dunia ini. Sedikit contoh aja dibawah.  Mudik tidak diperbolehkan. Apes bagi supir dan penumpang yang tertangkap, tetapi prestasi rezeki bagi polisi yang menangkap.  Mobil/Motor Rusak. Apes bagi penggunanya, tetapi rezeki bagi bengkel.  Penangkapan Koruptor. Apes bagi yang korupsi, namun rezeki bagi yang menuntut.  Orang sakit. Apes untuk si penderita, rezeki bagi perawat/dokter. Hama tanaman/peternakan. Rugi bagi penanam/peternak, namun rezeki bagi hewan-hewan hama itu.  Terkadang memang kita harus belajar meluaskan sudut pandang dalam menilai kehidupan, semua tergantung dimana posisi kita berada. Budaya manusia saat ini adalah membela yang menurut dirinya benar dan akan menghabisi orang atau kelompok lain yang menurut dirinya salah.  Tapi tidak mas...

PERTUNJUKAN

Ini bukan hayalan,  Tidak pula bayangan,  Namun ini hidup,  Mungkin sulit untuk sadar,  Meskipun tak sadar..  Tetapi ini tentang kita dan Ia..  Bayangkan, bila kita semua tiba-tiba membesar memenuhi dimensi ruang dan waktu melihat gugusan bintang tak terhingga, bahkan mungkin diperlihatkan sebagian takdir mahluk-mahluk yang sudah diatur sedemikian rupa dengan begitu rapih dan stabil.  Mungkin,  Seketika benak egoisme diri tiba-tiba hancur, tak lama kemudian diri menjadi debu dan terkagum kagum dalam kesadaran debunya yang entah dirasa sadar atau tidak, bahkan tak jeda lama parahnya debu itu masih mergukan apakah benar-benar kedebuannya.  Sampai tak berarti semua itu,  Selanjutnya..  Setelah Ia datang membawa kesadaran, ternyata debu-debu tak bermakna,itu adalah kekasih yang dibelai, dirawat, ditimang, penuh cinta oleh-Nya.  Semua pertunjukan alam ini pada umumnya memukau, tak umumnya biasa, selebihnya jalani saja ..  Atas ...

DUA SOSOK

Saat ini memang harus sadar, puncak dalam pencapaian dari sebuah kebahagiaan adalah ketika kita bisa menciptakan senyum untuk kedua orang tua sepanjang kehidupan berlangsung dalam ruang dan waktu.  Adapun kita diberi kesempatan untuk membahagiakan diluar kedua sosok itu, baik kekasih ataupun orang lain di sekitar kita. Adalah cara Tuhan dalam melatih pola berfikir agar bisa belajar dari pengalaman tersebut untuk diterapkan sehingga menciptakan sebuah keseimbangan hidup.  Arizqi, 8 Maret 2021