Langsung ke konten utama

NILAI MENILAI

Kita dibuat bingung oleh kedangkalan dan kesempitan berfikir diri sendiri dalam menilai kehidupan. Kita sering menghakimi kehidupan, sehingga dibutakan sampai lupa apa yang kita lihat mana yang ngga paradoks di dunia ini. Sedikit contoh aja dibawah. 

Mudik tidak diperbolehkan. Apes bagi supir dan penumpang yang tertangkap, tetapi prestasi rezeki bagi polisi yang menangkap. 

Mobil/Motor Rusak. Apes bagi penggunanya, tetapi rezeki bagi bengkel. 

Penangkapan Koruptor. Apes bagi yang korupsi, namun rezeki bagi yang menuntut. 

Orang sakit. Apes untuk si penderita, rezeki bagi perawat/dokter.

Hama tanaman/peternakan. Rugi bagi penanam/peternak, namun rezeki bagi hewan-hewan hama itu. 

Terkadang memang kita harus belajar meluaskan sudut pandang dalam menilai kehidupan, semua tergantung dimana posisi kita berada. Budaya manusia saat ini adalah membela yang menurut dirinya benar dan akan menghabisi orang atau kelompok lain yang menurut dirinya salah. 

Tapi tidak masalah, semoga Tuhan menyayangi kita semua. Karena kehidupan butuh keseimbangan antara gelap dan cahaya. Biar Tuhan saja yang mengingatkan. 

Arizqi, 
18 Ramadhan 1442 H
30 April 2021 M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTARA

Dalam perjalanan ini mengantarkan diri untuk belajar mengerti, yaitu mengerti lalu memahami rasa berterima kasih dan bersyukur. Pada setiap langkahnya ada pelajaran untuk merangkai kisah menyusun makna, melewati bait demi bait takdir. Menyusuri ruang waktu, menjalani berusaha mendekap ketetapan demi menuju persembahan akan restu Kasih-Nya. Tidak cukup berjuta arti untuk memaknai yang sudah bahkaan mungkin yang belum terjadi. Seluruh kisah yang ada, baik suka dan duka, semuanya sedang berusaha saling meyusuri keterkaitan susunan makna yang mustahil diantara kita benar-benar bisa memahami apa kemurnian cakrawala cinta milik Nya. Prasastia, 18 Desember 2025

HARAP

Semakin bertambah usia, harapanku adalah ingin selalu berdamai untuk segala hal yang tidak bisa dinegosiasikan dengan siapapun selain Engkau.  Semoga diberikan keluasan rasa, untuk berusaha tetap berjalan, menjalani, menerima segala ketetapan yang sudah dikehendaki oleh Nya. 22 Juni 2025

RANGKAI

Mensyukuri hidup adalah seni.  Seni berdamai, seni menikmati, seni mendekap sepi, dan merangkul ramai.  Perjalanan hidup mengantarkan manusia pada suatu hal untuk merangkai pelajaran dan makna.  Hidup lengkap, melengkapi. Hidup kurang, mengurangi. Hidup jodoh, menjodohkan. Hidup adalah menerima segala apa yang terjadi, menjalani apa yang sudah berjalan. Merangkai yang harus dirangkai sampai menjadi serangkaian. Berbahagialah telah diberi kesempatan untuk hidup.