Kami pasrah, bukan merasa lelah untuk menyerah, apalagi memutuskan untuk sudah. Bukan, bukan itu. Tentang kami yang tak tahu diri, yang dari mana entah diutus dan untuk kemanakah kami karena Engkau mengutus. Tau apa kami tentang hidup, tentang diri pun kami selalu merasa cukup. Kami selalu meyakini, Engkau adalah zat yang memiliki sifat Maha. Maka tak terbataslah sifat-Mu itu yang seluas samudera. Hanya Engkau yang memiliki kapasitas untuk memaknai apa yang Engkau kehendaki untuk menjadi lebih bermakna. Adapun kami yang telah kami sendiri yakini di alam ini, apa apa yang telah terjadi. Itupun hanya dugaan-dugaan yang Engkau karuniai dalam Rahmat-Mu. Agar kami bisa belajar dan meng Agungkan Maha Engkau. Maka kami akan tetap pasrah, kami hanya bisa berjalan dan terus memohon dengan penuh kekosongan diri kepada Engkau agar mengisi diri ini dengan keindahan Makna yang telah atau akan kami alami, selama Engkau memberikan kesempatan untuk kami bertahan pada kontestasi ...
Hanya Tulisan Biasa.