Aku merupakan sekumpul harap yang ditabung oleh kenyataan takdir. Aku mungkin satu pemeran yang diutus memerankan, diberi wujud sebagai manifestasi saksi cinta kasih.
Setelah terwujud dengan seluruh keistimewaan dan kesempurnaan, aku menemui sekumpulan kebodohan dalam benak karena aku telah lupa sekumpul harap yang ditabung oleh kenyataan takdir itu.
Aku berdosa menyatakan aku bodoh, karena aku pun tak ada. Mana, aku yang menyatakan ini aku. Yang menemui semua itupun bukan aku yang menurut aku.
Seluruh riwayat yang dikumpulkan merupakan risalah dari goresan pena kenyataan yang berisi kasih sayang. Tak ada hak bagi siapapun untuk tidak menerima, dan tidak bahagia...
Karena yang terlalui semua ini adalah kesatuan bahagia dalam dimensi lautan cinta kasih..
- Arizqi -
Komentar
Posting Komentar