Silau, tapi mengapa silau..
Hari ini perasaan silau itu muncul, dengan anehnya silau yang biasanya bisa dirasaskan oleh salah satu indera yang bernama mata, sekarang dirasakan oleh si perasaan itu.
Kini yang dinamai Diri itu, mulai merasa sulit menemukan perbedaan. Cahaya itu memenuhi ruang dan dimensi, Cahaya itu dimana-mana ada.. Diri itu silau, semua indera menjadi buta dalam upaya memaknai apa yang dikira, ternyata perkiraan pun silau tak mampu memberi makna.
Entah tulisan apa ini,
23:44 PM (14 Juni 2023)
Dalam perjalanan ini mengantarkan diri untuk belajar mengerti, yaitu mengerti lalu memahami rasa berterima kasih dan bersyukur. Pada setiap langkahnya ada pelajaran untuk merangkai kisah menyusun makna, melewati bait demi bait takdir. Menyusuri ruang waktu, menjalani berusaha mendekap ketetapan demi menuju persembahan akan restu Kasih-Nya. Tidak cukup berjuta arti untuk memaknai yang sudah bahkaan mungkin yang belum terjadi. Seluruh kisah yang ada, baik suka dan duka, semuanya sedang berusaha saling meyusuri keterkaitan susunan makna yang mustahil diantara kita benar-benar bisa memahami apa kemurnian cakrawala cinta milik Nya. Prasastia, 18 Desember 2025
Komentar
Posting Komentar