Langsung ke konten utama

BIAS SELAKSA

Jangan karena kita diberi kemampuan dalam sebuah persepsi, menilai sesuatu hanya sebatas apa yang dirasa oleh diri. Sampai-sampai melupakan bahwa kemampuan untuk menembus realitas atau kerahasiaan yang tidak terbatas itu, tidak akan mampu apabila hanya diterjang oleh persepsi-persepsi penilaian diri.

Bias bias selaksa kebenaran serta kesalahan cukup rumit, sehingga kearifan dan kebijaksanaan selain sulit diraih juga merepotkan dalam hal mengkampanyekan tiap-tiap jalan keputusan. Meskipun melalui alternatif manapun tetap saja unsur pengaruh dari dalam untuk diluar, begitu sebaliknya, akan tetap saja mengintervensi.

#AndiArizqi
Jum'at, 11 Agustus 2023
17.11 PM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTARA

Dalam perjalanan ini mengantarkan diri untuk belajar mengerti, yaitu mengerti lalu memahami rasa berterima kasih dan bersyukur. Pada setiap langkahnya ada pelajaran untuk merangkai kisah menyusun makna, melewati bait demi bait takdir. Menyusuri ruang waktu, menjalani berusaha mendekap ketetapan demi menuju persembahan akan restu Kasih-Nya. Tidak cukup berjuta arti untuk memaknai yang sudah bahkaan mungkin yang belum terjadi. Seluruh kisah yang ada, baik suka dan duka, semuanya sedang berusaha saling meyusuri keterkaitan susunan makna yang mustahil diantara kita benar-benar bisa memahami apa kemurnian cakrawala cinta milik Nya. Prasastia, 18 Desember 2025

HARAP

Semakin bertambah usia, harapanku adalah ingin selalu berdamai untuk segala hal yang tidak bisa dinegosiasikan dengan siapapun selain Engkau.  Semoga diberikan keluasan rasa, untuk berusaha tetap berjalan, menjalani, menerima segala ketetapan yang sudah dikehendaki oleh Nya. 22 Juni 2025

RANGKAI

Mensyukuri hidup adalah seni.  Seni berdamai, seni menikmati, seni mendekap sepi, dan merangkul ramai.  Perjalanan hidup mengantarkan manusia pada suatu hal untuk merangkai pelajaran dan makna.  Hidup lengkap, melengkapi. Hidup kurang, mengurangi. Hidup jodoh, menjodohkan. Hidup adalah menerima segala apa yang terjadi, menjalani apa yang sudah berjalan. Merangkai yang harus dirangkai sampai menjadi serangkaian. Berbahagialah telah diberi kesempatan untuk hidup.